Adapun salah satu alasan mereka untuk mengusung mereka adalah karena diangagp prospektif dan segar bila dibandingkan dengan calon lainnya.
“Mereka juga ideal, kombinasi seorang militer yang meraih Adhi Makayasa, lulusan terbaik di angkatannya dan dipadu birokrat yang berpengalaman,” ucap Rommy, nama sapaan Rohahurmuziy.
Agus dan Sylviana
Menurut kutipan OkTerus.com, bukan hanya prajurit militer yang punya prestasi, Agus juga pernah menempuh ragam penugasan dari dalam negeri ataupun di luar negeri.Sedangkan untuk Sylviana menjadi birokrat yang sudah menjabat di beberapa jabatan strategis yaitu Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Wali Kota Jakarta Pusat, dan juga Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.
- Benci Mati sama Ahok, Boy Sadikin Putuskan Mengundurkan diri dari PDI Perjuangan, Gabung Timnya Sandiaga
- Ahok Tertawakan SBY karena Korbankan Anaknya ikut Pilgub DKI Jakarta demi Kalahkan dirinya
Gejolak di Koalisi Kekeluargaan
Sebelumnya, seperti diketahui oleh pembaca OkTerus.com kalau sudah terjadi tarik menarik antara partai-partai yang sebelumnya tergabung di dalam koalisi kekeluargaan.Gerindra sangat ngotot untuk bisa mencalonkan Sandiaga Uno sebagai calon Gubernur, sedangkan untuk kubu Cikeas menginginkan untuk Sandiaga menjadi cawagub dan dipasangkan dengan Yusril Ihza Mahendra.
Menanggapi hal itu, Gerindra menuturkan ogah menyalonkan Yusril Ihza Mahendra sebagai cagub mereka. Oleh karena itulah, mereka pun pada akhirnya pecah, hal ini diutarakan oleh sumber yang seorang pimpinan partai Gerindra juga.
“Mohon maaf saja, Yusril itu kan ketua umum partai lain, masak mau dicalonkan oleh Gerindra,” ucapnya.
Yusril temui Prabowo
Yusril sendiri pun telah bertemu dengan Prabowo Subianto selama hampir 1 jam untuk membicarakan Pilgub DKI Jakarta.
“Saya telepon mau ketemu, diminta datang ke Kebayoran,” ucap Yusril dikutip OkTerus.com.
Ia mengatakan kalau keputusan Prabowo itu tak bisa diganggu gugat lagi untuk penetapan Sandiaga Uno menjadi cagub.
“Tadi malam satu jam lebih sama Pak Prabowo, kesimpulannya tetap Sandiaga, harga mati. Sudah final,” tukasnya.
Alasan Prabowo
Prabowo menegaskan hal tersebut lantaran mengingat kalau perolehan kursi di DPRD DKI Jakarta, Gerindra merupakan paling banyak kedua setelah PDI Perjuangan.
“Katanya enggak bisa Gerindra kan kedua terbesar, jika tak usung calon sendiri bisa diprotes pengurus daerah,” tutupnya.
Penulis: Ariani
0 comments:
Post a Comment