Okterus.com – Baru-baru
ini kelompok militan ekstremis, ISIS, mengumumkan peraturan baru kepada
warga di wilayah kekuasaannya. Peraturan tersebut mengenai larangan
pemakaian jersey olahraga yang disponsori oleh 2 perusahaan olahraga
terbesar, yakni Nike dan Adidas.
Tak hanya itu, ISIS juga melarang warganya
memakai jersey klub Real Madrid, Barcelona, dan AC Milan. Bahkan ISIS
juga melarang melarang warganya memakai jersey dari Timnas Amerika
Serikat, Inggris, dan juga Jerman. Hal ini dilakukannya demi untuk
mengurangi pemujaan terhadap sembahan-sembahan baru yang diciptakan oleh
negara-negara Barat.
Kekejaman ISIS ini sebelumnya juga sudah
pernah terjadi pada dunia sepakbola. Seperti yang terjadi pada bulan Mei
lalu, ISIS menewaskan 12 orang suporter Real Madrid saat sedang nonton
bareng El Clasico di sebuah Cafe di Irak.
Bulan ini, ISIS juga telah membuat
peraturan konyol dalam dunia sepakbola. Jika pada permainan sepakbola
normal pelanggaran hanya dihukum dengan kartu kuning atau juga kartu
merah. Tapi tidak untuk aturan ISIS, yang jika seorang pemain sepakbola
melanggar hingga membuat cedera kaki lawan, maka sang pemain yang
melakukan pelanggaran juga harus mendapatkan cedera yang serupa.
Namun kini peraturan tersebut juga melebar
hingga ke jersey sepakbola. ISIS menerapkan larangan baru kepada
warganya, jika kedapatan memakai jersey olahraga atau jersey sepakbola
yang mencantumkan logo Nike dan Adidas atau juga jersey yang bertuliskan
nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo maka hukuman berat siap
menantinya.
Seperti yang dikutip oleh Okterus.com,
hukuman tersebut berupa 80 kali cambukan di depan umum. Aturan ini
khusus dibuat kepada para laki-laki, baik yang sudah dewasa ataupun
remaja. Peraturan ini tidak berhenti sampai disitu, ISIS juga melarang
penggunaan pakaian yang mengandung unsur salib, dan juga yang mengandung
simbol bendera negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Prancis,
dan juga Jerman.
Aymenn Al-Tamimi, seorang Ahli dari Timur Tengah menjelaskan mengenai alasan dibalik semua ini.
‘‘Tujuan ISIS adalah menyajikan sebuah
gambaran mengenai kebijakan keagamaan, dengan menerapkan pengetahuan
mereka mengenai hukum Islam. Demi untuk membenarkan tindakan-tindakan
ekstrem mereka, mereka juga menampilkan mengenai sebuah kekuasaan moral
di wilayahnya’’.
‘‘Ini sudah menjelaskan bahwa mereka sangat
mengenal ayat-ayat agama dan juga ayat-ayat suci agama demi untuk
memuluskan dan meyakinkan kepada para pengikut ISIS’’. Kata Aymen
Al-Tamimi.
0 comments:
Post a Comment