OkTerus.com – Pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Gubernur DKI Jakarta mendapatkan penolakan yang cukup keras dari Ruhut Sitompul.
Ia mengatakan kalau tak rekal kalau Agus terjun ke dunia politik hanya untuk bisa mengalahkan Ahok sebagai calon petahana.
“Agus bukan kader Partai Demokrat, Agus kader TNI. Aku sedih dia
sudah aku anggap adik aku sendiri. Aku sedih dia terjun ke politik,”
terangnya dikutip OkTerus.com. Quote Ruhut soal Agus.
Karir Agus dibunuh Ayahnya sendiri
Ia mengatakan kalau sangat menyayangkan bila karir dari Agus harus dikorbankan hanya dikarenakan untuk kepentingan politik.
Bahkan, perlu diketahui bahwa putera terbaik SBY itu sudah berpangkat
Letnan Kolonel. Ia pun mempertanyakan kenapa SBY begitu tega
mengorbankan anaknya itu hanya untuk dapat memenangkan kursi DKI 1.
Ruhut menganggap dirinya agak kebingungan melihat SBY yang mau
mendengarkan keinginan dari sejumlah pihak yang memiliki kepentingan
untuk bisa menghancurkan Agus, anak kandungnya sendiri.
SBY dan Agus Harimurti.
“Kok dia mau mendengar penjilat mempensiunkan anaknya dengan pangkat
Letkol? Janganlah karena ambisi politik yang di Demokrat itu Agus
dikorbankan,” ucap Ruhut dengan nada kesal. Siapa penjilat itu?
Pada waktu ditanya tentang siapa saja pihak-pihak yang dimaksud itu,
Ruhut menyebutkan kalau orang tersebut merupakan orang yang sama jadi
penyebab dari dirinya dipecat jadi Jubir Demokrat. Petinggi Demokrat.
“Dari dulu penjilat bapak yang bikin aku dicopot dari koordinator
menginginkan Agus. Partai lain yang baru datang ikut-ikutan,” terangnya
lagi. Karir Agus Terbunuh jika Kalah Agus Harimurti Yudhoyono.
Selanjutnya, Ia tak dapat membayangkan kalau nanti Agus kalah di dalam pemilihan gubernur mendatang.
“Kalau menang oke, aku salah. Tapi kalo kalah, selesai gak dia? Aku
nggak kebayang kalo Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang aku
banggakan,” tutup Ruhut.
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
0 comments:
Post a Comment